Orang tua siapkan daftar penjemput
Di HP, orang tua mendaftarkan siapa saja yang boleh menjemput (ibu, sopir, kakek) dan membuat satu kata sandi keluarga — misalnya “melati”. Penjemput cukup diberi kode jemput lewat WhatsApp; mereka tidak perlu memasang aplikasi apa pun.
Penjemput datang → dimasukkan ke antrian
Pak Budi sampai (naik motor / mobil / jalan kaki — sama saja). Satpam scan kode jemputnya atau ketik nomor keluarga (412). Begitu masuk antrian, Aira & Rafa langsung dipanggil dari kelas.
anak dipanggil: Aira, Rafa
anak dipanggil: Nadia
Anak menunggu di ruang tunggu terawasi
Guru mengantar Aira & Rafa dari kelas ke ruang tunggu tertutup di dekat meja jemput. Mereka tidak dibiarkan berjalan sendiri ke pinggir jalan. Kalau ada anak keluar kelas tapi tak sampai di ruang tunggu, sistem langsung membunyikan alarm ke guru & kantor.
Serah-terima berlapis di meja
Sebelum anak diserahkan, petugas di meja memeriksa tiga hal yang saling menutup:
sudah dicek di gerbang
orang yang salah tidak akan tahu
anak kenal sopirnya sendiri
Baru setelah itu, petugas menandai tiap anak saat anak itu ikut — jadi mustahil ada anak tertinggal. Kalau ragu di langkah mana pun → tahan, anak tetap di sekolah.
Orang tua langsung dapat kabar + foto
Poke mengirim satu pesan WhatsApp: anak dijemput siapa, jam berapa, lengkap dengan foto saat serah-terima. Tidak perlu buka aplikasi, tidak perlu menebak-nebak.